
Malam hari di Tangerang begitu nyaman, apa kerena ini adalah kampung gw sendiri, atau karena disamping gw ada Raya, malam ini dia mengajak gw makan, kebetulan cuaca malam ini begitu cerah, bulan dan bintang seakan menerangi kegelapan dimalam itu. seperti halnya Raya, dia seakan sebagai penerang hati gw yang baru.
Malam itu sehabis shalat Isya gw diajak Raya jalan ke luar "Say, jalan yuk, kita beli makanan, lagian kamu kan Belum makan dari tadi,?" Ajak Raya pada gw, sambil senyum gw menghampiri Raya "ya udah, tapi mau makan dimana, udah malam?" gw melihat jam didinding yang baru menunjukan pukul 20.11 wib. "Masih siang, pokoknya ikut aza?" Raya menarik tangan gw, dan mengajak gw pergi entah tau kemana?
Gak tau gw diajak makan di Lippo Karawaci, ya karena cuma Mall itu alternatif yang terdekat dari rumah,
"Yank, kamu yakin yach untuk tinggal di rumah aku," Ucap dia disela-sela saat kita sedang makan. "Aku kasian sama kamu, semenjak kejadian kemarin, lambat laun aku benci sama Pak Ghatan" sambungnya kembali, sambil memegang erat tangan gw dimeja, gw melepaskan genggaman tangannya, gak enak lah di tempat umum kayak begitu, "Dah deh, jangan bahas dia lagi, lagian kalau emang Mukti gak bisa tinggal dirumah kamu kenapa, dari dulu juga mukti tinggal sendiri?" jawab gw merasa kesal, Raya menarik tangan gw dan menggenggamnya lebih erat "Aku gak mau, dan aku gak mengizinkan kamu pergi, aku sayang sama kamu Muk" Ucap Raya dengan raut muka seakan sedih. "Ya, tapi mukti gak janji, kita lihat perkembangannya aza"
Selesai makan Raya mengajak gw jalan-jalan mengitari kota Tangerang, yach kota kelahiran gw yang sempat terlupakan, malam terasa sunyi di Tangerang, padahal hari belum larut malam, jam baru menunjukan pukul 21.36. "mau kemana Ray,?" gw bertanya saat terus berputar-putar mengeliling ruas-ruas jalan. dia hanya tersenyum sesekali mengusap erat rambut gw. "Aku cuma mau mengajak kamu keliling-keliling Tangerang, lagian aku tau kamu jarak keluar melihat-lihat kota tangerang, yang menurut aku sendiri bagus"
Yach, Raya emang sekali mengetahui keingan gw, walau tanpa gw inginkan dia pasti sudah tau apa yang gw mau, dengan cara dia mengajak jalan-jalan gw itu saja, dia sudah tau kalau gw emang merindukan kota kelahiran gw ini. di iringin lampu-lampu jalan dan hilir mudik kendaraan, gw terus melaju dengan mobilnya. hingga tidak terasa waktu sudah larut malam, Raya kembali mengajak gw pulang kerumahnya.
Dirumah Raya, gw langsung menuju lantai atas ke kamar dimana barang-barang gw ditaruh dikamar tersebut, lagi pula Raya bilang kamar itu berhak gw tempati,
gw langsung saja naik ke atas kasur yang empuk, sedangkan raya masih terdengar memasukan mobilnya ke Bagasi. dan selang beberapa menit kemudian, raya sudah menghapiri gw di kamar, dia naik ke atas ranjang dan membelai rambut gw "Kamu ngantuk yach, ya sudah met tidur aza, aku tidur dikamar sebelah yac. muach...!!" Ucap dia sambil mencium kening gw, tapi saat di beranjak akan turun dari ranjang, gw manarik tangan dia dengan paksa. "Jangan,....!! tidur disini aja temenin Mukti." Ucap gw lirih. Raya tersenyum dia kemudian memeluk gw dengan mesra, hingga akhirnya kita sampai tertidur dengan lelapnya.
*****
Pagi gw dah bangun, Raya masih tertidur disamping gw, gw lihat dia memang tampan walau sedang tertidur. gw hanya bisa terenyum melihat keindahan yang Tuhan berikan. pagi itu gw langsung menuju kamar mandi, membersihkan badan gw, wah.... terasa segar sekali..! setelah semua selesai, gw mencoba mengabil handphon yang gw simpan disaku celana, seharian ini gw mamatikan handphone, pasti kalau gw nyalain ini handphone pasti banyak pesan masuk. ternyata benar, baru saja gw nyalakan 10 menit kemudian puluhan pesan tertundah masuk dalam phonebook gw, dan semua berisikan dari Mas Ghatan, gw sangat sekali jemu dan kemudian gw matikan hanphone tersebut,
Gw turun dari lantai, mencoba tuk membuat makanan di dapur, tapi...!! dengan ruangan yang sebesar ini gw belum bisa leluasa. sama seperti gw menuju dapur, semua barang-barang perlengkapan dapur sangat lengkap, tapi... !! gw gak tau dimana tempat alat-alat yang gw butuhkan.
Gw langsung ke kamar kembali, dimana Raya masih tertidur, gw langsung membangunkan Raya dengan mesra. "Ray...! Ray...!! bangun dah siang..." Ucap gw dengan perlahan, Raya membuka matanya dan tersenyum melihat gw "Kamu dah bangun, makasih ya dah bangunin aku, ?" ucapnya mememeluk gw. "Ya.. !! dah mandi sana, mukti tunggu sekarang" Raya bingung "Emang mau kemana?" gw langsung menarik dia dari ranjang, "Udah....... mandi dulu sana, tar mukti kasih tau?" Raya masih bingung dengan senyum dan kebingungannya dia menuju kamar mandi, sedangkan gw, bermalas-malasan di kamar itu melihat televisi.
Sesaat kemudian, Raya sudah kembali lagi dengan wajah yang sudah segar. "tuhkan... udah mandi mah ganteng?" ucap gw menyenangkan. "Emang aku udah ganteng, ini semuakan cuma buat kamu!!" jawabnya sambil memeluk gw dan disandarkannya kedekapannya yang hangat "Huh... narsis" ucap gw kembali sambil mendorong badan dia dengan lembut. Raya tersenyum, "Ow ya, tadi kamu ada perlu apa?" ucap Raya bingung, gw hanya cengar-cengir sambil garuk-garuk kepala gak karuan. "a... gak sih, Mutkti tadi cuma bingung, mau masak, eh peralatan gak tau disimpan dimana?" ucap gw sambil tertunduk malu. kemudian Raya tersenyum dan langsung menarik tangan gw, so .... dia mengajak gw kedapur, sambil mengeluarkan peralatan masa "Yes.....!! akhirnya... aku bisa juga masak-masakan kamu ?" Ucapnya senang. gw hanya tersenyum "Ye... wong Mukti cuma mau masakin air kok!!" jawab gw mempercandakan dia.
Akhrinya pagi itu gw dibantuin Raya di dapur sambil memasak masakan untuk hidangan pagi itu. Raya memang orang yang baik perhatian dan penuh dengan kasih sayang, mudah-mudahan semua akan bertahan lama dengan dia, gw hanya bisa berharap dia akan selamanya seperti ini, menunjukan kasih sayangnya buat gw.
_____________
Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dengan mata. melainkan juga
dengan hati kita. Mata itu bisa menipu, namun hati tidak. kata hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam hidup manusia.
<<<<<< Sebelumnya
Selanjutnya >>>>>>>
Label: Catatanku, Cerita sedih, cinta, cintaku, Moexty, Pelukan, Perjalanan Yang Indah, Senyumanmu, Setan Manis





0 Comments:
Posting Komentar
Kritikan, caci maki dan lain2 boleh saja dan akan saya tampung semua dan itu saya harapkan untuk bisa saya koreksi diri, tapi ingat adab mengkritik berikan alamat blog/web anda yang jelas dan kalau tidak punya blog berikan email yang bisa dihubungi......makasih semuanya...
Terima kasih atas komentarnya ^_^
<< Home