
Malam ini gw gak bisa tidur, mata gw sulit sekali gw pejamkan, makin dipaksa gw semakin gelisah. apa yang mesti gw lakukan untuk bisa tidur, raya sudah terlelap dan mungkin sedang asik bermain mimpi. ach........ bete banget malam ini,
Gw langsung tidur dan memeluk tubuh raya dengan kencang, hangat sekali, terlebih ini malam terakhir gw bisa memeluk dia, esok pagi buta banget gw akan ditinggal dia lama sekali, apa kah gw bisa hidup tanpa dia, Saat gw memeluk Raya dengan kuat dan erat, Raya membuka matanya sambil mengelus-elus rambut gw. "Kamu jangan sedih ya yank, aku tau kok apa yang ada difikiran kamu, kamu sedihkan aku besok dah mulai kerja lagi, apa lagi aku kerja langsung pergi-pergian ke negara orang" ternyata Raya tau apa yang gw fikirkan. air mata gw menetes di bagunya. "Tuh.. kan.. nangis, aku gak mau kamu cengeng, aku sayang sama kamu yank," Raya mendekap gw dan mengganti posisi tidur gw, direbahkan gw diatas dadanya yang bidang, hangat, lembut, dengan detakan jantungnya yang seakan memberi nada-nada indah.
Gak tau... !! apakah ini perasaan gw aja, apakah benar akan terjadi, gw berfikir kalau gw gak bakalan ketemu dia lagi, Astagfirullah alazim... mudah-mudahan fikiran gw salah, raya terus mengelus-elus rambut gw dengan mesranya, hingga perlahan-perlahan mata gw bisa tertutup dan tertidur.
*******
Pagi sehabis Shalat Subuh, Raya membangunkan gw, ternyata dia sudah rapih, dengan koper yang sudah penuh dengan baju, "Yank.... !! bangun, kamu mau ikut antar aku gak, Paman Sama Amal sudah nunggu di ruang tamu," ucap raya lembut ditelinga gw, gw langsung membuka mata gw, masih berat dan ngantuk, gw tatap wajar raya dekat sekali dihadapan gw, tersenyum manis, lembut, dan begitu tampan dan sempurna. "Ya .. Mukti ikut... !! tungguin yach..!!" Gw langsung ke kamar mandi, gak ada 3 menit gw dah selesai, Raya bingung memperhatikan tingkah laku gw, "Cepet amat, kamu gak mandi ??" Ucap dia penuh tanda tanya, gw hanya bisa menggaruk-garuk kepala dan tersenyum, "Gak ah... arinya dingin banget, dah cuci muka + gosok gigi aza, udah mandi atau belom kan gak ada yang tau yang penting wangi..." jawab gw sambil bercermin merapihkan rambut. "Huh.. dasar jorok, ya udah aku tunggu dibawah ya" Raya pergi meninggalkan gw.
Setelah semua selesai, semua sudah masuk kedalam mobil aku mengunci semua pintu, setelah semua 100% aman gw langsung masuk, gw duduk di depan, dan Amal jga kepingin duduk sama gw. ya udah mau gak mau gw pangku sambil meluk dia di depan.
Mobil dijalankan, meninggalkan perumahan Taman Ubud, dan masuk ke jalan tol, gak ada suara dan obrolan dalam mobil itu, sunyi..!! yang ada hanya gw sama amal aja sedang bercanda, kurang dari 1 jam akhirnya gw sampai juga di cengkareng, mobil di parkirkan disebuah tempat, raya pun turun dia menelepon seseorang kalau dia sudah sampai, kemudian dia balik kemobil dan berbicara kepaman, "Paman, Raya disini aza tar ada rombongan dari PT akan jemput disini, Raya nitip mukti ya Paman" Raya izin pamit dan mencium tangan paman, "Mukti, kamu hati-hati yach.. tar aku sms/tlp, jagain amal jga?" Raya berjabat tangan dengan gw, "Dah.. Amal... muach..." Raya mencium amal,
Setelah Raya izin pamit, sesaat kemudian Teman dan Rombongan dari PT. Air Asia datang, rayapun masuk kedalam mobil tersebut, dari dalam mobil Raya memandang ke arah gw, dan gw tau maksudnya dia berat sekali tuk meninggalkan gw. gw hanya bisa tersenyum walau perasaan gw sangat sedih.
Paman keluar dan pindah posisi ke depan, kali ini dia yang menyupir "Mukti.. kamu bawa mobil ?" Tanya paman sama gw, "Ih... bisa, bisa nabrak paman" Canda gw. hhahahah.. "Ya tar harus bisa biar bisa bawa sendiri, tar kapan-kapan paman ajarin, mudah kok...!!" Paman menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Jalanan sudah mulai padat, banyak orang sudah hilir mudik berangkat kerja, sang surya sudah mulai berani menampakan diri, ternyata Paman pandai dalam mengendarai mobil, tidak seperti Raya yang gak karuan kalau ngejalanin, agak takut juga kalau sama dia, saat sedang macet-macetnya, Hp gw berdering gw buka dan gw baca ternyata Raya sms "Yank, aku sayang sama kamu, jaga diri baik-baik yach, mungkin ini cukup lama, tapi Insya Allah aku akan tetap hubungi kamu yank !!" gw hanya bisa tersenyum membaca sms tersebut, dan membalas dengan sms singkat, "Dasar Jelek !"
Gak terasa sms demi sms dikirim dan dibalas, dikirim dan dibalas, hingga gak taunya gw dah mau sampai karawaci, wah... menyenangkan sekali. ternyata antara ada dan tiada Raya emang bisa menemani kejenuhan gw. I love u Ray.
______________
apakah ada seorang insan yang mengerti apakah arti kehidupan ini, pernah kucari arti cinta sejati namun yang kutemui hanyalah mimpi. suatu mimpi kosong yang tak bertepi
Aku ingin memiliki sebuah cinta sejati. tanpa suatu tujuan yang tak pasti, karena sudah banyak tujuan ku jalanai, namun satu hal yang kusadari, hanya Tuhanlah yang sungguh-sungguh mengerti tentang arti kehidupan ini.
<<<<<< Sebelumnya
Selanjutnya >>>>>>
Label: Catatanku, Cerita sedih, cinta, Kenangan Masa Lalu, Moexty, Pelukan, Perjalanan Yang Indah, Setan Manis





0 Comments:
Posting Komentar
Kritikan, caci maki dan lain2 boleh saja dan akan saya tampung semua dan itu saya harapkan untuk bisa saya koreksi diri, tapi ingat adab mengkritik berikan alamat blog/web anda yang jelas dan kalau tidak punya blog berikan email yang bisa dihubungi......makasih semuanya...
Terima kasih atas komentarnya ^_^
<< Home