Sabtu, 29 Mei 2010

Part 19 : "Kehidupan Yang Pahit Dan Manis"




Yach... kenapa judul diatas gw kasih kehidupan yang manis dan pahit. so ...!! kehidupan yang gw alami semenjak gw kehilangan kedua orang yang paling gw sayangi. kehidupan gw kini berputar sangat tajam, berubah, aneh.. dan tak secarah dulu. bahkan titik-titik cahaya yang seakan menerangi hati sudah mulai sirna.

****

Sejak kedua orang yang paling gw sayang perlahan meninggalkan gw, hari-hari gw seakan tak seindah dulu, tiada lagi canda, tawa dan kebahagiaan yang terpancar diwajah gw. yang ada hanya sebuah penyesalan dan kesedihan yang tak berujung. ya bagaimana mungkin tidak seperti itu, pertama Arie dimana saat aku membutuhkan dia untuk bisa curhat, jalan dan sebagainya, dia malah meninggalkan gw tuk selamanya, dan berselang kemudian Nyokap gw, dimana gw sangat membutuhkan kasih sayang beliau sebagai seorang ibu yang sangat perhatian sama gw dan sayang sama gw. gw bingung harus menentukan langkah gw bagaimana dan ke arah mana,

Kehidupan Bersama Seorang Kakak

Ya, semua telah gw lalui dengan kesabaran diri dan do'a walau hati gw kian rapuh tapi ge berusaha untuk kuat, gw gak boleh kalah dengan dunia yang membawa gw bernaung. gw harus bisa menaklukan dunia ini. begitu juga dengan kehidupan beru gw dengan kakak gw. disisi lain dia sebagai seorang kakak, disisi lain dia juga sebagai orang tua, ya emang dia kakak tertua dari gw,

Awal mula emang kakak gw sayang sama gw, perhatian dan sebagainya layaknya nyokap gw, namun... lama kelamaan, sifat dia berubah, dia seakan mengetahui sesuatu yang gw simpan, Ya gw merahasiakan kepada kakak gw kalau gw gay, dan gw gak mau dia mengetahuinya, tapi lama-lama sedikit dia mengetahuinya, kadang dia suka bertanya-tanya apa yang pernah gw perbuat "Muk, gw mau tanya, si Ghandi emang siapa sih? terus .. loe masih ikut-ikutan casting gitu?" tanya Kakak gw saat kita sedang ngobrol bersama di ruang tamu, "Masih sih .. Ikut, cuma males aza sekarang, si Ghandi mah Produser Mukti, yang ngajak Mukti suka ikut-ikutan casting!!" jawab gw simpel.. "Tapi, gw aneh aza,kayaknya disa suka sama loe deh" Gw kaget .." HUsss... Jangan ngaco...!! dia dah punya anak istri, dasar aneh ?" Jawab gw ketus.

Namun tiba-tiba orang yang kita omongin datang, Mas Ghatan memarkirkan mobilnya didepan rumah dan sambil bawa bungkusan banyak dia menghampiri kita bertiga. Gw, Kakak gw, dan suaminya "Assalamu'alaikum ...." Ucap salam dari luar "Wa'alaikum salam.." jawab kita semua "Eh Mas Ghandi, tumben siang-siang kesini, ?" Tanya gw padanya yang biasanya dia datang sore sampai malam hari, "Ah .. gak cuma sekalian lewat, mau kecilegon, ada urusan disana?" Jawabnya dan kemudian berkumpul diruang tamu "Mukti, bukan ambilin minum tuh Mas Ghandi" Ucap kakak "Ah gak usah Muk, lagi pula Mas cuma bentar doang, sekalian mau minta izin ama Kakak" jawab gandi, "Lah, sama saya, emang mau minta izin apa?" kakak gw heran "Gini, saya mau ajak jalan Mukti ke Cilegon, kira-kira pulangnya malem, lagian disana ada acara casting dikit, gimana? apa Kakak memeberi izin,?" ucap Mas Ghatan kembali, "Oh... Ya udah,, hati-hati aja di jalan, jangan lupa oleh-olehnya?" Jawab kakak sambil tersenyum. sial fikir gw dalam hati dasar matre. sebenernya gw gak suka kakak gw ngomong kayak begitu, yach .. tapi mau gimana lagi.


Setelah gw mendapat izin dari kakak gw, gw pun langsung berangkat dengan Mas Ghatan dengan mobilnya ke Cilegon,
Diperjalanan menuju Cilegon, ternyata perjalanan sangat sekali panjang, kurang lebih sekitar 2-4 jam, "Mas, emang mau kemana sich,?" tanya gw dalam perjalanan, "Gak Muk, Mas cuma ada acara disana, sedangkan Mas sendiri gak ada teman,!" jawab dia dengan senyum "Gimana kabar kamu Muk, mudah-mudahan kamu bisa sabar ya, walau Mas tau begitu berat menerima kenyataan yang kamu terima?" Sambung Mas Ghatan kembali, "Ya Mas, Arie juga gak mau mengenang lagi, Walau dibenak Mukti, masih terngiang dan teringat mereka semua," Jawab gw kembali sedih, Yach... walau gw sebahagia apapun, dalam hati gw masih berat dengan yang apa gw rasakan sekarang.

Akhirnya gw dah sampai disebuah tempat, yach... sebuah gedung berlantai yang sepertinya sebuah perkantoran, tapi setelah gw masuk ternyata didalamnya banyak sekali orang, dan ternyata disitu ada ajang pemilihan abang dan none Cilegon, wah... seru... !! ternyata disana juga Mas Ghatan menjadi tamu terhormat, dia dilayani dengan sangat, begitu juga dengan gw yang ada disampingnya.
Cukup lama juga gw disana bersama Mas Ghatan, walau hanya menghadiri sebuah undangan tapi gw juga tidak merasa jenuh, lagi pula ini bagus buat gw dari pada terpuruk sendiri di rumah, mungkin dengan sedikit hiburan gw bisa sedikit menghilangkan rasa sedih dihati.

Akhirnya pukul 18.46 wib acara sudah selesai dan akhirnya gw pun pulang dengan Mas Ghatan!"Muk, kamu mau makan apa? atau mau bawa kerumah aza sekalian buat oleh-oleh?" Tanya mas Ghatan ketika gw sedang masuk kedalam mobilnya "Terserah mas deh?" jawab gw simple, kemudian mas Ghatan kesebuah toko makanan, dan gw menunggu didalam mobil, selang beberapa menit dia sudah kembali dengan menjinjing keranjang makanan yang banyak "Mas... Kok banyak banget?" tanya gw heran melihat berbagai makanan dia bawa di kedalam mobil "Gak apa-apa, lagi pula dirumah banya orang, ada Kamu, Kakak, dan Suaminya?" Jawab mas Ghatan tersenyum. akhirnya mas Ghatan pergi meninggalkan tempat itu,

Diperjalanan hari sudah mulai gelap, lampu-lampu jalan sudah mulai nyala, jam sudah menunjukan pukul 20.29 wib. ternyata dah malam, mata gw terasa mengantuk melihat berpuluh-puluh mobil yang hilir mudik kesana kemari melewati jalanan Tol, "Muk, kamu ngantuk?" Tanya Mas Ghatan sambil mengemudikan kendaraanya, gw hanya tersenyum, mau bilang Ya gak enak gak juga mata gw dah sepet. "Ya udah kalau ngantuk tidur aza, tar kalau dah sampai mas bangunin," Sambungnya kembali sambil merangkul bahu gw dan disandarkannya di dadanya, gw gak menolak semua itu, gw hanya bisa merasakan detakan dadanya yang sangat beraturan, dan kehangatan yang seperti baru gw rasakan, hingga gak kerasa gw tertidur dalam pelukan mas Ghatan.

Lama sekali diperjalanan, akhirnya gw sampe juga di Tangerang, pas gw dah sampe di muka rumah Mas Ghatan membangunkan gw "Muk.!! dah sampe ...!!" ucap dia perlahan sambil membelai lembut rambut gw. gw pun saat itu bangun melihat keadaan disekeliling gw, Ya ... ternyata gw dah sampai rumah, "Aduh .. maaf Mas, Mukti ketiduran, ?" ucap gw malu..!! mas ghatan hanya tersenyum dan kemudian turun dan membukakan pintu mobilnya buat gw. "Assalamu alaikum ?" jawab kami berdua dari luar, "Wa'alaikum salam...!!" terdengar suara kakak gw dari dalam. "udah pulang ya, aduh bawa apaan banyak amat ?"sambung kakak gw langsung melirik barang-barang yang kami bawa "Oh iya Mbak, ini kan pesanan Mbak,!" jawab mas Ghatan tersenyum sambil memberikan bawaan belanjanya kepada Kakak "Aduh, maaf ngerepotin, tadi kan Mbak cuma becanda," ucap Kakak gw banyak basa basi "Ow ya masuk dulu, istirahat sebentar" sambungnya kembali, "Aduh makasih Mbak, saya pulang saja, udah malam, kasihan anak dan istri saya?"

Setelah banyak basa basi, mas Ghatan pun izin pamit tuk pulang, aku hanya tersenyum untuknya saat dia meninggalkan pekarangan dengan mobilnya, dengan lambayan tangan, mendandakan agar dia hati-hati dijalan, gw pun kembali kedalam rumah, diruangan gw ditegur sama kakak gw "Tuh, si Mas Ghandi baek kan, makanya loe kalau mau apa-apa bilang aza sama dia,?" mendengar kata itu gw cuma kesel aza dalam hati, beda banget kakak gw dengan gw, kok Matre amat sih, gw aza gak segitu-gitunya!! gw langsung masuk kamar dan mencoba tuk bisa membayangkan yang indah-indah. namun sesaat yang gw bayangkan Nyokap gw dan Arie. "Ya Allah ..! ampuni dosa-dosa dia" hingga akhirnya air mata gw menetes mengenang kembali semua itu!!.

Lama gw mengenang semua itu, gw gak bisa tertidur, yang ada fikiran gw kalut dan cemas, akhirnya gw nyalain televisi dikamar gw, tapi acara malam itu sangat sekali kurang seru, chanel demi chanel gw jajahi, tak ada satupun acara yang bikin gw bisa tersenyum, waktu sudah menunjukan pukul 22.34 wib, tumben sekali malam ini gw gak bisa tidur seperti biasanya. "A.aaaaaaaaaaa......" gw menjerit kaget, saat tiba-tiba kamar gw gelap, ternyata mati lampu. tangan gw meraba-raba mencari senter namun tak kunjung ketemu, akhirnya gw keruang tamu melihat kakak yang sedang menyalakan lilin "Aneh, malam-malam mati lampu " debat kakak gw dengan suaminya "Muk..!! nih bawa lilin ke kamar?" Sambung kakak gw sambil memberikan lilinnya buat gw.
gw pun langsung kembali ke dalam kamar.

Kini, gelapnya kamar, tidak segelap tadi, cahaya lilin yang gw taruh di bawah lantai seakan menerangi, walau hanya redup-redup dan samar-samar. kini gw hanya bisa menatap cahaya lilin yang seakan membakar diri menjadi lelehan-lelehan yang habis dimakan api, gw pun tersenyum terlebih saat gw membayangkan kedua orang yang gw sayangi tersenyum di terangnya cahaya lilin, hingga akhirnya gw pun bisa merasakan hangatnya malam itu, dan membuat gw tertidur. !!

****

<<<< Sebelumnya


Selanjutnya >>>>

Label: , , , ,

 0 Comments:

Posting Komentar

Kritikan, caci maki dan lain2 boleh saja dan akan saya tampung semua dan itu saya harapkan untuk bisa saya koreksi diri, tapi ingat adab mengkritik berikan alamat blog/web anda yang jelas dan kalau tidak punya blog berikan email yang bisa dihubungi......makasih semuanya...

Terima kasih atas komentarnya ^_^

<< Home